Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Laila ha illallahu wallahu Akbar
Allahu Akbar
Wa Lillah Ilham
Selamat Hari Raya Idul Adha 1433H / 2012 M
yuhuuuuu hari ini Idul Adha atau biasa disebut Hari Qurban, dan anak-anak kecil biasanya menyebutnya dengan "Lebaran Haji", karena disaat inilah orang-orang muslim yang mampu dan sudah mendapatkan panggilan hati pergi beribadah Haji ke tanah suci Mekkah.
Idul Adha 1433H yang jatuh pada hari Jumat, 26 Oktober 2012 ini memberikan sebuah pengalaman yang sangat luar biasa.
rencana pulang ke Lampung sempat agak tertunda karena bingung mau pulang atau enggak, sebab hari Senin ada UTS Sosiolinguistik.
namun pada akhirnya saya pulang juga ke Lampung bersama teman-teman Saimala (Sai Mahasiswa Lampung ; paguyuban mahasiswa-mahasiswi UI yang berasal dari provinsi Lampung). dari awal perjalanan sudah sangat menyebalkan, naik angokot 19 dari gerbatama UI sampai ke terminal Kampung Rambutan itu sungguh sangat berkeringat dan melelahkan, jalanan ibu kota sungguh sangat padat, dan penumpang yang berada di angkot tersebutpun penuh sesak, sehingga tidak ada lagi ruang kosong untuk bisa bebas bergerak, semuanya serba terbatas. Hingga akhirnya tiba di terminal Kampung Rambutan, namun sang sopir angkot enggan mengantarkan kami masuk ke dalam terminal yang sumpek dan sesak oleh para pemudik. Ya, kondisi terminal Kampung Rambutan saat ini benar-benar WOOW, ramai, sesak serta berisik dan berpolusi.
Akhirnya kami putuskan untuk masuk ke dalam terminal agar kami bisa mendapatkan tempat duduk dalam bus, karena sepanjang mata kami melihat dan mengamati, semua bus jurusan Merak selalu terisi penuh bahkan banyak yang berdiri dalam bus ketika bus tersebut keluar pintu terminal.
Selang beberapa menit kemudian, kami mendapatkan bus yang kami inginkan, dan benar dugaan saya, seperti bus-bus sebelumnya, bus ini pun padat dan penuh sesak.
Jalanan begitu sangat ramai, sehingga laju bus pun terpaksa sangat lambat, bahkan super duper lambat dalam pergerakan, bayangkan saja, hanya perjalanan dari keluar pintu terminal Kampung Rambutan menuju Pintu Tol Pasar Rebo membutuhkan waktu satu jam (gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa). Hal ini sebenarnya harus dapat dimaklumi, karena memang kondisi Idul Adha yang jatuh bertepatan dengan
long weekend membuat seluruh penghuni Jakarta hendak menghabiskan waktunya bersama keluarga tercinta di kampung halaman, dan malam itu, malam takbiran lah malam puncaknya.
Okeeee selepas dari itu semua, kondisi bus mulai agak sepi memasuki Kota Serang dan seterusnya, hingga akhirnya pada pukul 01 dini hari kami sampai di Pelabuhan Merak, suasana perjalanan yang melelahkan dari kota Depok pukul 19.00 hingga sampai di Pelabuhan Merak pukul 01 dini hari, membuat perut kami berdendang. Tak ayal kami pergi sejenak mencari warung makan di sekitar Pelabuhan, namun berhubung gigi saya agak nyeri, saya putuskan untuk tidak makan nasi, namun ingin mencari susu di minimarket pelabuhan, namun saya kembali dikejutkan dengan antrian pembeli yang super duper panjang, bahkan sempat saya lihat, sang pramuniaga yang berjumlah 4 orang sangat kewalahan melayani pembeli yang membeludak. Sempat terlihat juga seorang bapak terpaksa meng-
cancel belanjaannya karena tidak ada uang kembalian, dan saya segera sadar diri, saya hanya ingin membeli 2 kotak susu ukuran 250ml yang harganya berkisar 7ribu-an, namun uang pecahan yang saya punya hanyalah 50ribu-an. Dan dengan segera saya taruh belanjaan saya dan saya pergi menuju teman-teman yang sedang makan, kira-kira 3 menit dari itu kami meuju loket pembelian tiket kapal, dan kami sungguh sangat amat dikejutkan kembali dengan antrian penumpang yang hendak menyebrang ke pulau Sumatera.
Namun karena saya mempunyai saudara yang bekerja di Pelabuhan, maka dari itu saya memafaatkannya, yaitu masuk kapal gratis, sebenarnya sudah biasa si naik kapal gratis, tapi kadang cuma masuk kelas VIP nya aja yang saya mau gratis, karena saya merasa agak gak enak aja kalo saya selalu naik kapal gratis, namun kali ini karena keadaan yang super duper padat, akhirnya saya memutuskan menggunakan "hal" itu, hehehehe.
setelah masuk kapal pun dikejutkan kembali dengan semua ruangan yang penuh, bahkan hingga di luar-luar ruangan banyak orang-orang duduk dan berdiri memenuhi setiap sudut kapal yang dapat di gunakan untuk bisa berkumpul dan menyandarkan diri. Kapal tak kunung berlabuh hingga kira-kira 30 menit kami berada di dalam kapal hujan tiba-tiba datang, sontak kami beserta penumpang-penumpang kapal yang lain pun bergegas mencari tempat berteduh, sumpaaaaaaaaaaaaaah kondisi perkapalan di Indonesia sungguh sangatlah tidak layak. fasilitas yang kurang memadai dan jumlah penumpang yang tidak sesuai dengan jumlah kapasitas setiap ruangan kelas 1, 2 ataupun 3 menjadikan saya berpikir alangkah rakusnya pemilik jasa ini, mereka hanya ingin mendapatkan keuntungan yang melimpah namun tanpa memikirkan kenyamanan.
Okeeee beralih dari kasus itu, akhirnya beberapa orang dari kami menemukan tempat yang nyaman untuk kami bisa beristirahat, dimanakah itu?
jawabannya adalah di dalam Musholla kapal tersebut yang sudah menggunakan fasilitas pendingin ruangan. Ruangan ini awal mulanya hanya sedikit penumpang yang bersinggah untuk beristirahat, namun lama kelamaan semakin banyak penumpang yang mengetahui "harta tersembunyi" dari kapal ini, tapi peduli apa saya dengan itu semua, yang hanya saya pikirkan adalah saya dapat beristirahat dengan tenang karena capek kepanasan karena kemacetan serta kehujanan yang menimpa raga ini.
Singkat cerita kapal bersandar di pelabuhan Bakauheni pukul 04 dini hari, dan rencana kami seperti biasanya, ingin naik travel dari Pelabuhan hingga sampai rumah masing-masing, namun nasib berkata lain, saat itu mobil travel sudah banyak yang penuh dan hanya sedikit dibandingkan jumlah penumpang yang membeludak, hingga akhirnya lebih dari 30 menit-an kami menunggu dengan banyak juga calo-calo travel yang menjanjikan janji janji palsunya, hingga akhirnya karena sudah putus asa, kami naik bus, entah apa yang terjadi diluar saya tidak tahu, karena hingga turun, saya tertidur. Tempat penurunan saya pun tak diduga-duga, Hingga akhirnya saya beserta 3 teman saya turun di dekat rumah salah satu diantara 3 teman saya tersebut. waktu menunjukkan pukul 07 kurang, kami rasa kami masih mempunyai waktu untuk bisa melaksanakan sholat Ied berjamaah, hingga akhirnya teman saya menelpon adik nya untuk menjemput kami, hingga berputar-putar akhirnya kami sholat ied di dekat rumah teman kami tersebut dengan ketinggalan satu rakaat serta dengan tayamum, karena sudah tidak ada waktu lagi untuk berwudhu.
sumpah ini merupakan pengalaman pertama bagi saya susahnya untuk melakukan shalat Ied berjamaah, ditambah lagi saya merasa bersalah dengan pihak panitia shalat Ied yang ada di lingkungan musholla tempat nenek saya tinggal, kenpa? karena saya ditugaskan untuk menjadi pembawa acara shalat ied seperti biasanya, namun karena hal ini, terpaksa saya harus meninggalkannya.
Singkat cerita, setelah bersih-bersih diri ditempat teman saya, akhirnya kami satu persatu diantar kerumah masing-masing. dan teparlah saya saat sampai rumah nenek, alhasil langsung tertidur setelah sedikit berbasa-basi dengan penghuni rumah ini.
Saya rasa itu saja cerita untuk kali ini.
Sekali lagi saya ucapkan
Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 H / 2012 M :)